Bangunan Peninggalan Belanda di Wirosari



Pembangunan irigasi merupakan kebijakan publik prerintah Hindia Belanda pada akhir abad 19. Terdapat beberapa alasan pemerintah Hindia Belanda menjadikan Irigasi sebagai instrumen dasar kebijakan.Pertama, irigasi dianggap efektif dalam memecahkan persoalan kelaparan yang terjadi hampir sepanjang tahun akibat gagal panen di beberapa wilayah, terutama di Jawa Tengah. Kedua, irigasi sebagai instrumen kebijakan publik berkaitan dengan kebijakan politik etis yang “semangatnya” adalah mensejahterakan kehidupan penduduk pribumi.

Seperti halnya di dusun Ledok kelurahan Wirosari, kecamatan Wirosari, kabupaten Grobogan terdapat salah satu bukti sejarah tentang kebijakan tersebut.

Bangunan tua ini memang kelihatan biasa saja. Namun setelah kita cermati, ternyata mengandung seni arsitektur Eropa. Saluran irigasi di Wirosari ini merupakan saksi bisu bahwa Belanda pernah berkuasa di Grobogan.

Akhir-akhir ini, tempat ini menjadi cukup terkenal di sosial media. Mulai dari anak-anak sampai dewasa mengambil pose gambar semenarik mungkin untuk dipamerkan di akun mereka masing-masing. Bahkan, ada beberapa pasangan calon pengantin yang sengaja "pre wedding" di tempat ini.

Anda penasaran? Letaknya cukup terjangkau kok. Dari lampu merah Wirosari hanya berjarak kurang lebih 700 meter. Anda bisa ambil arah menuju Tegalrejo. Gratis kok....
(re)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

2 Responses to "Bangunan Peninggalan Belanda di Wirosari"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel