Penemuan Yoni di Sedayu, Grobogan


Yoni ini ditemukan berdekatan dengan sebuah sendang di dusun Sandi,desa Sedayu, kecamatan Grobogan, Grobogan,Jawa tengah. Menurut penuturan Mbah Slamet, salah satus esepuh desa, Yoni tersebut sudah ada sejak dia masih kecil.

Yoni adalah landasan lingga yang melambangkan kelamin wanita (vagina). Pada permukaan yoni terdapat sebuah lubang berbentuk segi empat di bagian tengah – untuk meletakkan lingga – yang dihubungkan dengan kehadiran candi.Yoni merupakan bagian dari bangunan suci dan ditempatkan di bagian tengah ruangan suatu bangunan suci. Yoni biasanya dipergunakan sebagai dasar arca atau lingga. Yoni juga dapat ditempatkan pada ruangan induk candi seperti Candi Jawi di Jawa Timur. Berdasarkan konsep pemikiran Hindu, Yoni adalah indikator arah letak candi.

Lingga dan Yoni mempunyai suatu arti dalam agama setelah melalui suatu upacara tertentu. Sistem ritus dan upacaradalam suatu religi berwujud aktivitas dan tindakan manusia dalam melaksanakan kebaktiannya terhadap Tuhan, dewa-dewa, roh nenek moyang dalam usahanya untuk berkomunikasi dengan mereka. Dalam ritus dan upacara religi biasanya dipergunakan bermacam-macam sarana dan peralatan, salah satu di antaranya adalah arca. Beberapa fungsi Lingga dan Yoni adalah sebagai berikut:
*.Sejak abad ke 8 yaitu Prasasti Canggal telah menyebutkan bahwa seorang raja mendirikan lingga dan Yoni untuk mengukuhkan kedudukannya. Di Kamboja sendiri sudah menjadi kebiasaan bagi seorang raja mendirikan lingga untuk mengukuhkan kedudukannya di atas takhta. Lingga – Yoni demikian, yang sejak Jayawarman II disebut “Dewaraja”, diberi nama yang menggambarkan perpaduan antara raja yang mendirikan dengan sang dewa yangmenjadi pemujanya (Siwa).
*.Lingga yang didirikan juga untuk memperingati suatu peristiwa penting, seperti menang dalam perang.

Dari data-data prasasti yang ditemukan, untuk sementara dapatlah dianggap bahwa di sebuah desa setidak-tidaknya terdapat sebuah bangunan suci. Tetapi mungkin juga ada desa yang tidak mempunyai bangunan suci. Di dalam sebuah bangunan suci terdapat arca dewayang merupakan arca perwujudan atau wakilnya yang disebut lingga. Arca atau lingga itu berdiri di atas landasan yang disebut pranala atau yoni.Petunjuk yang menyebutkan bahwa yoni ditempatkan di dalam bangunan, didapatkan pada prasasti dari jaman Majapahit, yaitu prasasti Tuhanaru dari tahun 1323 M, prasasti Bendosari dari tahun 1350 M, dan prasasti Batur yang angka tahunnya sudah hilang. Di dalam prasasti-prasasti itu yoni disebut pranala, sedangkan yang terletak di atasnya adalaharca atau lingga. Dalam kenyataannya, baik di Jawa Tengah maupun di Jawa Timur, banyak ditemukan yoni dalam kaitannya dengan bangunan.Disamping yang terletak di dalam bangunan, ada juga yoni yang ditemukan mandiri. Petunjuk tentang itu didapatkan dari prasasti yang berkenaan dengan penetapan suatu daerah menjadi sima. Mungkin yang dimaksud dengan yoni di dalam prasasti-prasasti ini adalah sang hyang kulumpan. Pada waktu upacara penetapan sima, sang hyang kulumpan diletakkan di tengah lapangan upacara, dikelilingi oleh para pejabat yang hadir dalam peresmian tersebut, dan berfungsi sebagai tanda sima. Atas dasar kenyataan-kenyataan di atas, dapat diduga bahwa yoni selalu berhubungan dengan pemukiman. Sehingga dapat dipakai sebagai petunjuk pemukiman “masa klasik”, dan persebaran yoni juga merupakan persebaran pemukiman.Umumnya yoni ditemukan di dalam sebuah bangunan suci yang disebut candiatau ditemukan bersama sisa bangunan. Di dalam bangunan ini yoni dipakai sebagai landasan arca atau lingga. Dapat dikemukakan sebagai contoh misalnya, yoni yang ditemukan di dalam bangunan induk candi Sambisari. Di candi ini yoni dipakai sebagai landasan sebuah lingga. Lain halnya dengan yoni yang ditemukan di candi Lara-Jonggrang. Di dalam bangunan ini yoni berfungsi sebagai landasan arca siwa. Petunjuk tentang adanya yoni yang ditempatkan di dalam bangunan, terdapat pada prasasti dan kitab Nagarakertagama dengan istilah pranala.Dari sumber-sumber sejarah yang berasal dari jaman Jawa Tengah dan jaman Jawa Timur tentang istilah untuk Yoni, dapat disimpulkan bahwa Yoni mempunyai dua fungsi utama, yaitu:*.Yoni yang berpasangan dengan lingga disebut juga sang hyang kulumpan dengan sang hyang susuk yang dipuja pada waktu penetapan sima, dan bahkan sebagai pusatnya, dan*.Yoni yang berpasangan dengan lingga atau arca perwujudan disebut juga pranala yang dipuja di dalam bangunan, berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan lingga atau arca perwujudan.(IYANT RE)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Penemuan Yoni di Sedayu, Grobogan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel