Sendang Bulusan Peninggalan Sunan Kalijaga

Tempat wisata ini terletak di Desa jipang penawangan±18 km dari kota purwodadi . wisata ini adalah satu-satunya sendang yang mempunyai daya tarik tersendiri untuk para wisatawan, karena sendang ini terdapat beberapa ekor bulus (kura-kura) yang hidup secara bebas dan turun menurun menurut kepercayaan masyarakat di sekitarnya, bulus-bulus itu di keramatkan, sehingga orang tidak berani menggangu atua mengusik kehidupanya.Namun sekarang jumlah bulus tinggal beberapa ekor saja.

LEGENDA SENDANG BULUSAN
Zaman dulu di pulau Jawa ada seorang Waliyulloh bernama Sunan Kalijaga ( R. Sahid ) yang bertugas mengembangkan agama Islamdi pulau Jawa. Pada waktu sunan Kalijaga mengembangkan agama, dia ingin menyucikan raga di dalam hutan.Di dalam hutan dia bertemu dengan seorang durhaka ( begal ) bernama Ki Dudo. Ki Dudo ingin merampas semua harta dan pakaian yang dipakaioleh sunan Kalijaga, namun Ki Dudo kalah dalam pertarungandan ingin menjadi murid sunanKalijaga. Keinginan Ki Dudo disetujui oleh sunan Kalijaga. Ki Dudo diuji oleh sunan Kalijaga untuk menjaga tongkatnya yang ditancapkan ke dalam tanah sampai beberapa waktu.
Setelah dijalani beberapa hari, oleh karena sunan Kalijaga tidak kunjung datang tergeraklah hati Ki Dudo untuk mencabut tongkat tersebut karena Ki Dudo sudah merasa sangat lelah dan haus. Setelahtongkat dicabut ternyata terjadi sebuah keajaiban Tuhan, tanah yang ditancapi tongkat tersebut mengeluarkan air yang sangat jernih sehingga dapat diminumoleh Ki Dudo. Setelah meminum air tersebut datanglah sunan Kalijaga dan beliau bertanya kepada Ki Dudo apakah setelah beliau meninggalkannya beberapa hari yang lalu telah terjadi suatu kejadian. Ki Dudo menjawab dengan tulus bahwatongkat yang disuruh menjaga telah dicabut dan mengeluarkan air jernih dan Ki dudo telah meminum air tersebut untuk menghilangkan rasa hausnya. Spontan pada waktu itu sunan Kalijaga marah dan berkata pada Ki Dudo " Kalau begitu kamu bukan manusia tapi Bulus ". Seketika itu juga Ki Dudo berubah menjadi seekor bulus.Sunan Kalijaga menetapkan Ki Dudo yang telah berubah menjadi bulus tersebut untuk berdiam di dalam air dari bekas tancapan tongkat dan pada akhirnya menjadi sendang.


Pada waktu zaman Arya Pinangsang gugat, dia disuruh bertapa di dalam hutan. Di dalam hutan tersebut Arya Pinangsang melihat sebuah sendang yang sangat jernih airnya dan di dalam sendang tersebut ada seekor bulus jantan. Melihat bulus jantan tersebut Arya Pinangsang tergerak hatinya untuk mengambilkan bulus betina dari daerahnya di desa Jipang Palonan. Tujuan arya Pinangsang mengambil bulus betina tersebut supaya bulus tersebut dapat berkembang biak. Pada waktu mengambil bulus betina itu Arya Pinangsang juga turut serta mengajak dua orang abdi yangbernama Kaki Keras dan Nini Keras untuk menjaga sendang tersebut. Dan pada waktu itu juga Arya Pinangsang bersabda bahwa tipak tilas dia setelah tempat ini menjadi rejojadilah desa Jipang. Untuk mengenang jasa dan juga menghormati sendang tersebut bahwa siapa saja yang punya hajat kerja agar memberi makan bulus tersebutyang berupa jenang dan berjumlah 44 bungkus. 44 bungkus mengandung arti bahwa sendang tersebut merupakan hasil karya dari 4 orang yaitu :Sunan KalijagaArya PinangsangKaki KerasNini Keras Sehingga terjadilah desa dan dinamakan desa Jipang sampai sekarang.

Semoga bermanfaat. (RE)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Sendang Bulusan Peninggalan Sunan Kalijaga"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel